Type Here to Get Search Results !

PERSATUAN UMAT: KUNCI MELAWAN KEKEJAMAN ISRAEL DI PALESTINA


Kembali mengintimidasi. Itulah yang selalu dilakukan oleh Zionis. Target selanjutnya tertuju kepada warga Palestina. Seolah mereka ingin menunjukkan kepada dunia bahwa tidak akan tersisa seorang pun dari darah Palestina yang hidup di tanah tersebut.

Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri yang diwakili Sugiono, berusaha menegaskan kepada PBB bahwa harus ada keadilan internasional yang diterapkan untuk warga Palestina. Hal ini menyusul keputusan Pengadilan Militer Zionis yang mewujudkan sebuah UU yang akan menghukum mati warga Palestina yang terbukti membunuh warga Israel, yang dikategorikan sebagai tindakan "teror".

RUU ini akan berlaku dalam 30 hari, kemudian disahkan pada Senin (30/3/2026) oleh 62 anggota Knesset, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Sebanyak 48 anggota menolak, dan satu abstain, dari total 120 kursi (Kompas, 01/04/2026).

RUU ini menjadi sangat kontroversial karena tidak berlaku bagi warga Israel yang melakukan tindakan "teror" terhadap warga Palestina. Hal ini jelas mencederai rasa keadilan dan kemanusiaan, sehingga perjuangan untuk keadilan menjadi kewajiban seluruh kaum Muslim.


Persatuan Belum Terwujud


Sistem buatan manusia yang masih digunakan oleh sebagian besar negeri-negeri Muslim memang berbuah simalakama bagi kaum Muslim. Tidak ada yang baik dan berjalan sesuai dengan prinsip Islam, termasuk keputusan Pengadilan Militer Zionis bulan ini.

Landasan hukum mereka berpijak pada kepentingan Zionis sendiri. RUU ini merupakan bentuk intimidasi puncak terhadap warga Palestina karena mereka belum mendapatkan hasil yang diinginkan.

Dilansir dari The Guardian, pemimpin partai sayap kanan Otzma Yehudit, Itamar Ben-Gvir, yang juga menjabat Menteri Keamanan Nasional Israel, tegas menyatakan bahwa setiap teroris akan dikenai hukuman, dan seluruh dunia akan mengetahui bahwa siapa pun yang merenggut nyawa akan dibalas oleh negara Israel.

Realisasi RUU ini telah lama mereka nantikan. Ini merupakan cambukan keras bagi kaum Muslim lainnya. Umat Muslim hanya dapat menyaksikan, tanpa mampu menggoyahkan atau menekan persatuan PBB yang seolah menjadi tangan besi bagi kaum Muslim di seluruh dunia.


Akhir dari Ini adalah Persatuan Islam


Rasulullah ﷺ bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
"Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila terdapat salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya juga akan ikut merasakan sakitnya." (HR. Bukhari no. 6011 dan Muslim no. 2586)

Kita tidak perlu menunggu Israel menguasai tanah kita atau menghantam kepala kita ke dinding untuk sadar. Persatuan ini sangat berharga. Tanpa persatuan, setiap negara Muslim hanya sibuk mengecam, meneror PBB dan sekutunya dengan kata-kata, namun tidak menggentarkan hati mereka.

Aksi nyata harus dilakukan, yaitu memperkuat kaum Muslim dengan satu pemikiran, satu perasaan, dan satu aturan. Sempurnanya dalam satu kepemimpinan, yakni kepemimpinan Islam. Persatuan ini tidak cukup dengan sekadar omongan. Kita harus memahami kepada seluruh umat, terutama umat Islam, bahwa kita memiliki Allah dan syariat-Nya.

Kajian rutin dan intens adalah tindakan nyata untuk membangkitkan umat Nabi Muhammad saat ini. Berkumpul dengan orang-orang shalih dan shalihah, tetap berada dalam lingkaran yang benar, adalah lebih baik dan utama. Ideologi Islam yang sahih menjadi panduan karena bersumber dari dalil-dalil yang tepat.

Hingga Allah yang Maha Kuasa menghendaki, suatu saat salah satu pemimpin di negeri Muslim akan merasa cukup (qana’ah) dan menyerahkan kekuasaan kepada pemimpin Islam yang adil, dengan kedaulatan tertinggi tetap berada di tangan Allah.

"Kunn fa yakun." Jika Allah berkenan, semuanya pasti terjadi apabila kita layak untuk itu. Jika masa itu belum tiba, jemputlah dengan banyak taqarrub ilallah, perbanyak tsaqofah (pemahaman) Islam, kuatkan dakwah dari Muslim ke Muslim lainnya, dan pasrah kepada Allah terkait hasilnya.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
“dan Allah lebih tahu yang sebenar-benarnya”

Nora Ummu Zubair | Aktivis Muslimah

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.