Type Here to Get Search Results !

UJIAN MENYARING ORANG YANG SABAR


Oleh: Muslihah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَا لْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَ مْوَا لِ وَا لْاَ نْفُسِ وَا لثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar," (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155)

Ujian untuk orang beriman memang berbagai macam. Saat menemani putriku saat harus opname, aku menemukan banyak orang dengan ragam penyakit yang berbeda dan dari kelas ekonomi yang berbeda (tahun 2010). Ini baru di kamar anak. Ada anak yang sakit tumor mata, Masya Allah, sampai tidak sanggup aku memandangnya. Ada yang sakit kanker darah atau istilah medisnya leukimia (kalau yang ini bejibun). Bisa satu ruangan penuh dengan anak sakit leukimia.

Ada yang kelainan hati, bahkan ada pula anak yang sakit habis imunisasi tidak sadar hingga berhari-hari. Entahlah bagaimana nasib anak itu, sebab yang kutahu ia disembunyikan dari media massa. Rumah sakit menempatkannya di ruang isolasi, yang tidak semua orang bisa masuk ke sana. Saat itu belum ada Facebook apalagi Instagram. Belum ada media online. Media massa masih mengandalkan surat kabar, radio dan televisi. Kondisi semacam ini masih bisa diminimalisir terekspos media. Barang kali jika terjadi saat ini sudah menjadi berita viral di media sosial.

Ada anak berusia tiga bulan, yang sejak aku datang sudah dioperasi bagian perutnya sebagai jalan keluar kotoran. Sebab anusnya infeksi, akibatnya tidak bisa BAB. Petugas kesehatan di daerah melakukan pertolongan dengan memasukkan alat ke lubang anusnya. Bukannya menjadi solusi, malah menambah derita si bayi. Hal itu bermula dari bayi merah yang diberi makan nasi campur pisang oleh neneknya. Malang tidak dapat ditolak, semua harus terjadi. Semua itu terjadi di ruang anak. Belum lagi di ruangan lain. Masya Allah.

Masih banyak lagi bentuk ujian dari Allah. Ada yang untuk makan saja susah, hingga tidak terpikir bagi mereka melanjutkan sekolah. Ada yang diuji dengan anak yang durhaka kepada orang tua. Bahkan ada yang diuji dengan kesehatan, kekayaan atau anak yang banyak.

Apapun ujian yang harus dijalan akan menjadi keberuntungan untuk mereka yang sabar. Hingga Allah berfirman, "Berikan kabar gembira bagi mereka yang sabar." Maka siapakah orang yang sabar itu?

Orang yang sabar adalah orang yang tidak keluar dari syariat betapa pun beratnya ujian yang harus dijalani. Aku pernah bertemu dengan seorang teman, demi bersaing dengan sepupunya yang sukses menjadi pengusaha, ia rela menceburkan dirinya ke lembah riba. Iri Dengki dan sakit hati akibat fasad yang menggerogoti, menjadikan ia lupa diri. Bahwa hidup yang hanya sekali di dunia ini, hanyalah untuk menabur benih. Kelak ada kehidupan yang abadi tempat menuai perbuatan di alam semesta.

Awalnya ia berutang kepada orang yang dianggap mampu, tanpa bunga tanpa jaminan. Bebas dari satu utang ia melakukan lagi dengan jumlah yang lebih besar. Yang memberi piutang pun selanjutnya tidak mampu mengabulkan. Ia berpikir mengapa tidak utang bank saja? Mudah, tidak ada tetangga yang tahu dan cepat cair. Jadilah ia langganan utang riba. Selama lebih dari dua puluh tahun. Masya Allah. Nauzubillah.

Bukankah ini contoh dari orang yang tidak sabar akan rezeki dari Allah? Jika saja ia sabar, tidak hasad dengan orang lain, bersyukur dengan rezeki yang diterima, dan meyakini bahwa lebih baik miskin diridhoi Allah dari pada kaya mendapat murka Allah, maka ia tidak akan berpikir untuk hutang riba.

Semoga saya dan para pembaca tulisan ini senantiasa mendapat hidayah dari Allah, hingga kelak termasuk golongan orang-orang yang sabar. Aamiin.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
“dan Allah lebih tahu yang sebenar-benarnya”

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.