Type Here to Get Search Results !

ISTIDRAJ


Oleh: Mutiara Aini

Mungkin kita pernah mendengar istilah Istidraj. Bahkan banyak nasihat ulama agar kita hati-hati dengan perkara yang satu ini.

Istidraj adalah kesenangan dan kenikmatan yang diberikan Allah ﷻ kepada orang-orang yang jauh dari-Nya atau suka bermaksiat. Dalam pengertian lain Istidraj merupakan nikmat yang hakikatnya adalah hukuman dari Allah ﷻ.

Umumnya, Istidraj terjadi pada umat Islam yang lalai dalam beribadah. Namun, mereka selalu dapat merasakan banyak kenikmatan di dunia.

Misalnya, seorang umat yang tidak pernah menunaikan salat dan mengerjakan amalan lain, tetapi dilimpahkan rezeki begitu banyak. Padahal, kenikmatan yang membuat mereka terlena dan lalai adalah jebakan atau azab dari Allah ﷻ.

Secara bahasa Istidraj diambil dari kata 'daraja' yang artinya naik dari satu tingkatan ke tingkatan selanjutnya. Sementara istidraj dari Allah kepada hamba dipahami sebagai 'hukuman' yang diundur-undur oleh Allah.

Allah SWT berfirman

فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٰبَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُوا۟ بِمَآ أُوتُوٓا۟ أَخَذْنَٰهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ
"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." (Surah Al-An'am Ayat 44)

Dalam satu riwayat yang bersumber dari 'Uqbah bin Amir radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Saw bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ
"Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah." (HR. Ahmad)

Contoh lain, banyak orang yang berpendapat bahwa kesehatan adalah hal tak ternilai. Hingga beberapa orang akan mengeluh jika dirinya merasa tidak sehat. Padahal, sakit merupakan bentuk nikmat dari Allah ﷻ pada hambanya.

Maka, apabila seorang muslim jarang sakit ini pun termasuk dalam ciri-ciri tertimpa Istidraj. Ketika tubuhnya selalu sehat, mereka biasanya akan lalai dalam ibadah dan terus terlena dalam urusan-urusan duniawi.

Keadaan tersebut merupakan bentuk kesengajaan dan pembiaran oleh Allah pada hamba-Nya yang sengaja berpaling dari perintah-Nya dan Allah menunda segala bentuk azab-Nya. Sehingga Allah membiarkan hamba tersebut semakin lalai dan diperbudak dunia.

Semoga kita dihindarkan dari jenis hamba seperti ini dan digolongkan oleh Allah sebagai hamba yang bisa menggunakan kenikmatan duniawi dalam ketaatan.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
“dan Allah lebih tahu yang sebenar-benarnya”

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.