
DERITA Gaza sesungguhnya belum sirna. Akan tetapi, karena berbagai persoalan yang melanda kaum Muslim, persoalan Gaza seperti tenggelam dan dilupakan. Padahal genosida yang dilakukan zionis Yahudi terhadap penduduk Gaza masih berlanjut. Otoritas kesehatan Palestina melaporkan pada awal bulan Agustus ini bahwa pesawat tempur Israel masih terus menggempur sejumlah wilayah. Termasuk Kota Gaza di bagian utara, Deir al-Balah di wilayah tengah, serta Khan Younis di selatan.
Pemerintah Qatar, Mesir dan Turki pun bereaksi terhadap zionis Yahudi. Akan tetapi, seperti biasa, lagi-lagi mereka hanya mengecam. Tak ada tindakan nyata untuk menyelamatkan Gaza. Seperti biasa pula, zionis Yahudi mengabaikan segala kecaman dari para pemimpin Dunia Islam. Operasi militer pemusnahan penduduk Gaza pun terus berlanjut hingga kini.
Makin Menderita

Sejak serangan jihad yang dilancarkan Hamas ke wilayah jajahan Israel pada 7 Oktober 2023, zionis Yahudi terus melakukan serangkaian serangan brutal ke kawasan Gaza. Hingga tulisan ini dibuat, korban di kalangan penduduk Gaza terus meningkat. Situs berita Al-Jazeera pada awal Agustus ini melaporkan jumlah korban di Gaza sudah mencapai lebih dari 73 ribu orang dengan lebih dari 174 ribu lainnya mengalami luka-luka.
Genosida melalui operasi militer Yahudi adalah kejahatan sistematis. Semua ini tergambar dalam operasi militer yang dilakukan zionis Yahudi terhadap penduduk Gaza. Militer Yahudi secara sengaja menyasar penduduk sipil termasuk anak-anak, perempuan, lansia bahkan warga disabilitas. Menurut PBB rata-rata 47 perempuan dan anak perempuan tewas setiap hari di Gaza. Tindakan ini pun direstui oleh para pejabat pemerintahan Israel dan para rabi atau tokoh agamanya.
Militer Yahudi juga melakukan tindakan kekerasan seksual dan pemerkosaan terhadap tahanan Palestina. Pada bulan Juni lalu Al Jazeera merilis laporan investigatif dan film dokumenter terbaru berjudul “Bodies of Evidence: Israel’s Darkest Weapon”. Isinya berupa kesaksian adanya praktik pemerkosaan, kekerasan seksual, dan penyiksaan sistematis di pusat-pusat penahanan Israel. Para tahanan yang menjadi korban bukan saja perempuan, tetapi juga kaum pria.
Bukti genosida oleh zionis Yahudi semakin nyata dengan adanya upaya penghancuran semua infrastruktur di Gaza. Sekolah, rumah sakit, pasar, pemukiman termasuk rumah ibadah dibombardir. Bahkan gereja-gereja kuno yang terjaga selama ratusan tahun oleh Khilafah Islamiyah juga dihancurkan. PBB melaporkan sekitar 80 persen bangunan di Gaza dalam kondisi hancur.
BOP Tak Berguna

Derita Gaza yang terus berjalan makin menguak keberadaan Board Of Peace (BOP) yang tidak berguna. Sama sekali tidak ada tindakan apa pun dari BOP terhadap Israel yang terus melakukan genosida dan pencaplokan wilayah Gaza. Padahal di antara poin penting kehadiran BOP, seperti rancangan Donald Trump, adalah menjadikan Gaza sebagai kawasan zona deradikalisasi dan bebas teror.
Kalau sudah seperti ini, apa artinya kehadiran Indonesia dan negeri-negeri Muslim lainnya di dalam BOP? Bukankah seharusnya mereka wajib membela kehormatan, harta dan darah sesama kaum Muslim?
Wajib Membela

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan:
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzalimi saudaranya itu dan membiarkan dirinya. Siapa saja yang memenuhi kebutuhan saudaranya, Allah akan memenuhi kebutuhannya. Siapa saja yang menghilangkan kesulitan dari seorang Muslim, Allah akan menghilangkan kesulitan dari dirinya pada Hari Kiamat. Siapa saja yang menutupi aib seorang Muslim, Allah akan menutupi aibnya pada Hari Kiamat” (HR. Muslim).
Seandainya saja para pemimpin Dunia Islam bersatu menjatuhkan sanksi, embargo dan blokade terhadap zionis Yahudi tersebut, maka dalam waktu sekejap negara itu akan hancur. Hanya saja, semua tidak pernah dilakukan oleh para pemimpin tersebut. Mereka malah menjadi sekutu Israel dan induk semangnya, Amerika Serikat. Padahal Allah ﷻ telah mengingatkan:
لَّا تَجِدُ قَوْمًۭا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ الاَخِرِ يُوَآدُّونَ مَنْ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوْ كَانُوٓا۟ ءَابَآءَهُمْ أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوَٰنَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ
“Kamu tak akan mendapati kaum yang mengimani Allah dan Hari Akhir saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara, ataupun keluarga mereka” (QS. al-Mujadalah [58]: 22).
Solusi Jihad

Seharusnya kaum Muslim menjadikan Islam sebagai sudut pandang dan solusi untuk semua persoalan, termasuk dalam krisis di Gaza. Sebabnya, keimanan pada Islam mengharuskan setiap Muslim untuk selalu terikat dengan hukum-hukum syariah. Mereka seharusnya yakin bahwa hanya Islam satu-satunya jalan keluar dari berbagai krisis. Allah ﷻ berfirman:
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍۢ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَن يَعْصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَـٰلًۭا مُّبِينًۭا
“Tidaklah patut bagi laki-laki dan perempuan Mukmin, jika Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka. Siapa saja yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, sungguhlah dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata” (QS. al-Ahzab [33]: 36).
Terkait genosida di Gaza, sungguh telah jelas perintah Allah ﷻ sebagai satu-satunya solusi, yakni jihad untuk memerangi zionis Yahudi dan mengusir mereka dari tanah Palestina.
Al-Quran telah memerintahkan jihad defensif (jihad difaa’i) atas setiap invasi musuh yang ditujukan pada negeri-negeri Muslim. Allah ﷻ berfirman:
فَمَنِ اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ
“Siapa saja yang menyerang kalian, seranglah ia secara seimbang dengan serangannya terhadap kalian” (QS. al-Baqarah [2]: 194).
Allah ﷻ juga memerintahkan untuk mengusir siapa pun yang telah mengusir kaum Muslim:
وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُم مِّنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ
“Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian” (QS. al-Baqarah [2]: 191).
Qadhi Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahulLâh, dalam Kitab Asy-Syakhsiyyah al-Islâmiyyah Jilid 2, menyatakan bahwa jihad adalah fardu ’ain saat kaum Muslim diserang oleh musuh. Dalam konteks Palestina, fardu ’ain ini bukan hanya berlaku untuk Muslim di sana, tetapi juga berlaku untuk kaum Muslim di sekitar wilayah Palestina saat agresi musuh tidak bisa dihadang oleh warga setempat.
Karena itu sungguh telah berdosa kaum Muslim, terutama para penguasa mereka, yang berdiam diri dan tidak menggerakkan jihad untuk memerangi dan mengusir entitas Yahudi dari tanah Palestina. Haram pula membuka hubungan diplomatik dengan zionis Yahudi, termasuk bergabung dengan BOP, yang menjadi sarana mengokohkan Israel.
Wahai kaum Muslim!

Serulah para pemimpin Anda agar mengerahkan pasukan untuk berjihad fi sabilillah mengusir Israel! Wajib bagi para pemimpin Dunia Islam untuk membebaskan tanah Palestina dengan kekuatan militer. Sungguh mereka akan menghadap Allah ﷻ dengan hisab yang amat berat atas sikap diam atau membatasi diri hanya dengan retorika kosong. Mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap darah Muslim yang tumpah di sana. Padahal mereka mempunyai kekuasaan dan kekuatan untuk menghentikan genosida di Gaza.
Ya Allah, kami telah menyampaikan! Saksikanlah!
Hikmah:
Rasulullah ﷺ bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا اليَهُودَ، حَتَّى يَقُولَ الحَجَرُ وَرَاءَهُ اليَهُودِيُّ: يَا مُسْلِمُ، هَذَا يَهُودِيٌّ وَرَائِي، فَاقْتُلْهُ
“Kiamat tidak akan terjadi hingga kalian memerangi kaum Yahudi sampai batu yang di belakangnya ada seorang Yahudi berkata, 'Wahai Muslim, ini ada orang Yahudi di belakangku. Bunuhlah dia!'” (HR. Muttafaq ’alayh).
والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
“dan Allah lebih tahu yang sebenar-benarnya”
Kaffah Edisi 455
