
Kalian tahu tidak definisi disiplin itu apa? Kalau tidak tahu, aku kasih tahu, ya.
Disiplin adalah sikap taat dan patuh pada aturan atas kesadaran diri, serta konsisten dalam menjalankan kewajiban.
Dalam kehidupan sehari-hari, disiplin dipahami sebagai: datang tepat waktu, menaati aturan dan tata tertib, atau menyelesaikan tugas sesuai jadwal.
Namun, dalam Islam, disiplin memiliki makna yang lebih dalam, yaitu bentuk ketaatan, kesungguhan, dan konsistensi seorang hamba dalam menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya.
Dalam Islam, disiplin berkaitan erat dengan tanggung jawab dan amanah.
Allah ﷻ berfirman dalam surah at-Taubah ayat 105 yang berbunyi:
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Artinya: "Dan katakanlah, 'Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.'"
Ayat ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan kita bersungguh-sungguh dalam setiap amal. Tidak menunda-nunda dan tidak asal-asalan. Karena setiap apa yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Contoh paling nyata dari disiplin dalam Islam adalah salat lima waktu. Setiap hari kita dilatih bangun pagi untuk salat subuh, berhenti dari aktivitas saat azan berkumandang, dan menjaga waktu.
Hal ini menunjukkan bahwa Islam mengatur waktu dengan sangat terstruktur. Ini membuktikan bahwa Islam adalah agama yang mendidik umatnya untuk hidup tertib dan teratur.
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan pentingnya konsisten (istiqamah). Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
"Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus (istiqamah) meskipun sedikit."
Hadis ini mengajarkan bahwa dengan disiplin, kita bisa melakukan hal kecil saja tetapi dilakukan secara terus-menerus, kita sudah dicintai oleh Allah. Apalagi jika kita melakukan hal yang besar dan bernilai pahala lebih banyak. Sebaliknya, ketika melakukan hal besar tetapi tidak istiqamah, percuma.
Disiplin dalam Islam mencakup beberapa aspek:
- Pertama, disiplin waktu, yaitu tidak menunda-nunda pekerjaan, menghargai waktu, menepati janji, dan menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Contoh Rasulullah ﷺ, beliau membagi waktunya dengan sangat baik antara ibadah, keluarga, dan urusan umat.
- Kedua, disiplin ibadah, misalnya menjaga salat agar selalu tepat waktu, rutin membaca Al-Qur'an, dan istiqamah dalam melakukan kebaikan. Contoh Rasulullah ﷺ, beliau sangat tepat waktu dalam melaksanakan salat lima waktu. Bahkan ketika sakit pun, beliau tetap berusaha melaksanakan salat tepat waktu.
- Ketiga, disiplin akhlak, menjaga lisan, sikap, dan perbuatan agar selalu sesuai dengan ajaran Islam. Contoh Rasulullah ﷺ, beliau sangat menjaga tutur kata agar tidak menyakiti orang lain, beliau bersikap jujur (al-Amin), amanah, serta hidup sederhana dan teratur.
Sebagai remaja kayak kita nih, tantangan terbesar apa sih yang membuat kita kesulitan saat ingin menjadi disiplin? Ya, rasa malas. Ketika rasa malas menguasai diri, target-target yang ingin kita capai tidak akan terlaksanakan. Pada akhirnya kita akan menunda-nunda dan akan lebih fokus pada media sosial. Iya, tidak? Ya iya lah, karena kita akan berpikir: lebih enak aku main HP, lebih enak aku tidur-tiduran dan santai-santai. Iya, kan? Apalagi kita sebagai wanita, saat rasa malas menguasai diri, sulit sekali untuk bangkit dari rasa malas ini. Iya, tidak?
Padahal, waktu adalah nikmat terbesar. Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa ada dua nikmat yang sering dilalaikan oleh manusia, yaitu:
- Pertama, nikmat kesehatan.
- Kedua, nikmat waktu luang.
Benar sekali, dua nikmat inilah yang sering dilalaikan oleh manusia.
Karena, saat sehat, kita sering merasa semuanya biasa saja. Padahal dengan sehat, kita bisa beribadah, belajar, bekerja, membantu orang tua, dan melakukan banyak kebaikan. Biasanya kesehatan baru terasa berharga ketika sakit datang.
Banyak orang punya waktu luang tetapi tidak digunakan dengan baik. Ketika ada waktu luang yang awalnya bisa digunakan untuk hal-hal yang berguna dan bernilai pahala, malah digunakan untuk hal-hal yang tidak berguna dan tidak bernilai pahala.
Sekarang aku mau tanya, siapa yang mau jadi orang sukses? Pasti semua mau, kan? Mana ada orang yang bercita-cita menjadi pemulung atau pengamen? Pasti tidak ada, kan? Tetapi yang ini bukan cuma sukses di dunia, tetapi juga sukses di akhirat. Pasti mau, kan? Maulah. Disiplin adalah kuncinya.
Karena orang yang disiplin akan mengatur waktunya dengan baik dan menggunakan waktunya untuk hal-hal yang bermanfaat. Orang yang disiplin juga lebih mudah meraih cita-cita, lebih percaya diri, dan hidupnya lebih tenang.
Sebaliknya, orang yang tidak disiplin akan menyesal karena kehilangan banyak kesempatan. Pada hakikatnya, kesempatan tidak datang dua kali. Ketika kita melewatkan satu saja kesempatan, terima saja akibatnya.
Disiplin bukan hanya menjadikan orang lebih menghargai waktu, tetapi juga membentuk pribadi yang kuat. Disiplin melatih kita untuk mengalahkan hawa nafsu. Ketika kita tetap bangun untuk salat subuh walau dingin, tetap belajar walau lelah, tetap jujur walau sulit, di sinilah kita sedang membentuk pribadi yang tangguh.
Disiplin itu bukan soal dikontrol, tetapi soal bisa mengontrol diri sendiri.
Disiplin bukan no fun life (hidup tanpa kesenangan).
Disiplin itu tahu kapan harus fokus dan kapan boleh santai.
Disiplin itu bukan cuma soal tepat waktu, tetapi soal tanggung jawab.
Disiplin bukan tentang terlihat hebat di hadapan manusia, tetapi tentang membuktikan kesungguhan kita di hadapan Allah.
Disiplin adalah bukti cinta kita kepada Allah, karena orang yang benar-benar cinta akan berusaha taat tanpa dipaksa. Contoh: kita cinta pada manusia. Saking cintanya, apa pun akan kita korbankan demi orang yang kita cintai, bahkan nyawa pun akan kita korbankan. Sama seperti kita cinta kepada Allah, kita akan mengorbankan jiwa dan raga kita hanya untuk Allah, bahkan nyawa pun akan kita korbankan.
Disiplin bukan cuma kelihatan keren atau produktif.
Tetapi karena kita sadar:
- Pertama, waktu adalah amanah.
- Kedua, tanggung jawab adalah ibadah.
- Ketiga, konsisten adalah bukti iman.
Jadi, disiplin bukan soal takut sama guru, orang tua, atau atasan. Tetapi karena kita sadar bahwa Allah selalu melihat apa yang kita lakukan.
والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
“dan Allah lebih tahu yang sebenar-benarnya”
Zahro
