Type Here to Get Search Results !

MULIA DENGAN TAKWA, BERKAH DENGAN SYARIAH


Ramadhan, bulan yang penuh keagungan dan keberkahan, akan segera menyapa kaum Muslim. Inilah bulan yang dari awal hingga akhir sarat dengan keutamaan; bulan yang dipenuhi rahmat dan ampunan. Di dalamnya juga terdapat pembebasan dari api neraka.

Ramadhan sangat istimewa karena di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih mulia daripada seribu bulan, yakni Lailatul Qadar. Keutamaan seperti ini tidak ditemukan pada bulan selain Ramadhan.
Keutamaan Shaum Ramadhan

Shaum Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang menjadi penegak agama. Nabi ﷺ bersabda:

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ الْبَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ
Islam dibangun di atas lima perkara: kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; berhaji ke Baitullah; dan shaum Ramadhan.” (HR. al-Bukhari).

Dalam hadis ini, Nabi ﷺ menyerupakan Islam dengan sebuah bangunan kokoh. Lima rukun Islam digambarkan sebagai fondasi yang kuat dan menopang bangunan tersebut. Tanpa fondasi itu, bangunan Islam tidak akan berdiri. Amal-amal lainnya menjadi pelengkap yang menyempurnakan bangunan tersebut. Karena itu, seorang Muslim yang mengabaikan kewajiban shaum Ramadhan sama dengan meruntuhkan agamanya sendiri.

Allah ﷻ telah mewajibkan shaum Ramadhan melalui firman-Nya:

فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
Siapa saja di antara kalian yang menyaksikan bulan itu (Ramadhan), hendaklah ia berpuasa. Siapa saja yang sakit atau dalam perjalanan (lalu berbuka), maka wajib atas dirinya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain.” (QS. al-Baqarah [2]: 185).

Shaum Ramadhan disebut sebagai syahrul maghfirah (bulan ampunan). Ia menjadi momen pelebur dosa bagi hamba yang berpuasa selama menjauhi dosa-dosa besar. Rasulullah ﷺ bersabda:

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
Shalat lima waktu, (shalat) Jumat ke Jumat berikutnya, dan (puasa) Ramadhan ke Ramadhan berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim).

Rasulullah ﷺ juga bersabda bahwa pada setiap hari di bulan Ramadhan, Allah membebaskan hamba dari api neraka:

إِنَّ لِلَّهِ فِي كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ، وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُو بِهَا فَيَسْتَجِيبُ لَهُ
Sesungguhnya pada setiap hari di bulan Ramadhan ada pembebasan dari api neraka. Pada bulan itu pula, setiap Muslim memiliki doa yang akan dikabulkan.” (HR. Ahmad).

Berbagai keistimewaan lain juga Allah ﷻ siapkan bagi hamba-Nya yang menjalankan shaum Ramadhan. Di antaranya: disediakan gerbang khusus menuju surga, yakni ar-Rayyân; bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada wangi kesturi; serta dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa, yakni saat berbuka dan saat berjumpa dengan Allah kelak.


Mulia dengan Takwa


Sungguh memprihatinkan jika masih ada Muslim yang mengabaikan shaum Ramadhan tanpa uzur syar’i. Ia telah kehilangan kesempatan besar untuk meraih kebaikan. Nabi ﷺ bersabda tentang ancaman bagi orang yang sengaja berbuka sebelum waktunya dalam mimpi yang beliau ceritakan (HR. an-Nasa’i).

Padahal Allah hanya meminta hamba-Nya meninggalkan sementara kenikmatan duniawi seperti makan, minum, dan hubungan suami-istri pada siang hari. Sebagai balasannya, Allah ﷻ mengangkat derajat hamba-Nya menjadi insan yang bertakwa:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. al-Baqarah [2]: 183).

Tidak ada manusia yang lebih tinggi derajatnya di sisi Allah selain orang yang bertakwa. Allah berfirman:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS. al-Hujurat [49]: 13).
Berkah dengan Syariah

Shaum Ramadhan merupakan bagian dari syariah Islam. Sebagaimana shaum wajib dilaksanakan, demikian pula seluruh syariah Islam wajib diterapkan. Ketakwaan akan mendatangkan keberkahan, sebagaimana firman Allah:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
Andai penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi.” (QS. al-A’raf [7]: 96).

Para ulama menjelaskan bahwa keberkahan berarti tetapnya kebaikan dari Allah serta keberlanjutannya, yang melahirkan kebahagiaan di dunia dan pahala di akhirat.

Karena itu, Ramadhan hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat ketakwaan dan komitmen menjalankan syariah secara menyeluruh. Dengan ketakwaan dan penerapan syariah, kemuliaan dan keberkahan akan terwujud.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
“dan Allah lebih tahu yang sebenar-benarnya”

Kaffah Edisi 432

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.