Type Here to Get Search Results !

SHOLATNYA PEREMPUAN


Oleh: Lia Herasusanti

"Mi, aku boleh ke mesjid ya...?" Bisik Saniyyah (11 ttahun) sambil setengah merengek.

"Ga lah, ngapain ke mesjid. Tetangga ke rumah kita mau tarawih bareng, kok malah kitanya mau ke mesjid? Perempuan itu tempat sholat terbaiknya di rumah" Jawabku balas berbisik sambil mengakhiri percakapan.

Percakapan itu kami lakukan sambil berbisik, karena beberapa peserta tarawih malam pertama sudah hadir dan kami sedang bersiap-siap melaksanakan sholat Isya.

Bukan tak mengerti, Umi tahu kenapa Saniyyah ingin ke mesjid. Sejak tahun-tahun sebelumnya, ia selalu merengek meminta sholat di mesjid bersama teman-temannya, dan tak pernah diizinkan. Menurut Saniyyah, sholat tarawih di mesjid itu seru. Bisa sambil bercanda, dan pulangnya, bisa mampir jajan bersama teman-temannya. Itu yang tergambar dalam benak Saniyyah kecil. Saat ini, ketika Saniyyah beranjak baliq, rupanya keinginan untuk sholat di mesjid bersama teman-temannya masih membayangi.

Sebenarnya penjelasan tentang keutamaan wanita sholat di rumah sudah berulang-ulang dijelaskan. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ,

خَيْرُ مَسَاجِدِ النِّسَاءِ قَعْرُ بُيُوتِهِنَّ
Artinya: “Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah di bagian dalam rumah mereka.” (HR Ahmad).

Namun kadang tuntunan syara' ini digoda dengan banyak kesenangan. Serunya bersama teman-teman, bercanda dan yang tak dipungkiri, untuk para ABG ini, sedikit lirik-lirik pada cogan-cogan sholih yang ramai memenuhi mesjid untuk tarawih.

Tentu saja itupun menjadi penarik tersendiri.

Dan itulah penjelasan yang akhirnya harus lebih dipahamkan pada Saniyyah. Tentang keutamaan wanita menjaga diri, memiliki rasa malu dan iffah. Sebagaimana tuntunan Rasulullah ﷺ,

Iman memiliki 70 atau 60 cabang. Paling utama adalah ucapan ‘Laa ilaaha illallah’, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan di jalan. Dan sifat malu adalah cabang dari keimanan.” (HR. Muslim dalam Kitab Iman, hadits nomor 51)

Dan tentu saja, semua itu harus didasari iman. Memahami bahwa apa yang dilakukan adalah tuntunan syariat yang akan berkonsekuensi ke kehidupan akhirat kelak.

Dalam Al-Qur'an Al Baqarah ayat 181 menerangkan,

وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan)

Remaja butuh pendampingan dan pemahaman berkesinambungan. Karena lepas sedikit saja dari pendampingan, serigala diluar sana bisa menerkamnya dengan ganas. Semoga Allah selalu melindungi anak-anak kita. Aamiin.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
“dan Allah lebih tahu yang sebenar-benarnya”

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.