Type Here to Get Search Results !

JANJI ALLAH BAGI ORANG-ORANG YANG BERIMAN


Oleh: Arik Rahmawati

قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ ۖ وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا ۚ وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ
Katakanlah: "Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang". (QS. An-Nur Ayat 54)

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. An-Nur Ayat 55)


وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. An-Nur Ayat 56)

لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ ۚ وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۖ وَلَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Janganlah kamu kira bahwa orang-orang yang kafir itu dapat melemahkan (Allah dari mengazab mereka) di bumi ini, sedang tempat tinggal mereka (di akhirat) adalah neraka. Dan sungguh amat jeleklah tempat kembali itu. (QS. An-Nur Ayat 57)

Surat An-Nur ayat 54 sampai ayat 57 Allah ﷻ menjelaskan tentang janji-janjinya bagi orang-orang yang beriman bahwasanya jika mereka tetap beriman dan membuktikan ketaatannya pada Allah ﷻ kemudian mereka beramal sholeh maka Allah telah menjanjikan bagi mereka kekuasaan di muka bumi ini. Mereka akan dijadikan orang orang yang berkuasa di muka bumi ini. Kekuasaan itu pemberian dari Allah ﷻ untuk orang-orang yang beriman yang memiliki kelayakan untuk berkuasa di muka bumi sehingga melahirkan keamanan, ketenangan dan kebahagiaan di tengah-tengah manusia. Karena keamanan dan ketenangan adalah kondisi yang paling dicari mulai dari level yang kecil hingga level yang besar ditengah tengah umat manusia saat ini. Keamanan akan tercipta apabila penguasanya adalah orang yang beriman kepada Allah ﷻ. Karena yang beriman akan mengikuti kehendak Allah ﷻ penguasa alam semesta ini.

Akan tetapi apabila mereka tidak beriman maka penguasa-penguasa itu akan mengikuti kehendak hawa nafsu. Mereka akan melakukan kedzaliman demi kedzaliman di tengah masyarakat. Mungkin saja mereka akan merampas hak-hak orang lain dengan cara yang tidak dibenarkan oleh syariah.

Mereka tidak merasa bersalah karena menganggap merekalah yang berkuasa sepenuhnya atas rakyat di muka bumi ini. Padahal sejatinya yang berkuasa di muka bumi ini adalah Allah ﷻ.

Sejatinya yang memiliki kekuasaan mutlak adalah Allah dan menjadikan orang-orang yang beriman berkuasa. Oleh kerena itu jika orang-orang sholeh memenuhi kewajibannya dan mengamalkan Islam secara menyeluruh maka Allah akan menepati janjinya. Allah akan memberikan kekuasaan dan mengokohkan agama mereka. Allah meridhoi mereka. Artinya kondisi yang penuh dengan ketidakadilan berubah menjadi keamanan. Itulah janji Allah bagi orang-orang yang beriman. Orang-orang yang beriman akan merasa tenang dalam beribadah kepada Allah ﷻ dan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun.

Di dalam ayat ini juga ada ancaman untuk orang-orang yang tidak beriman serta tidak mau beramal sholeh maka Allah akan berikan kepada mereka hidup yang sempit serta tidak akan memberikan kepada mereka kekuasaan bahkan mereka akan menjadi lemah bahkan akan dikuasai oleh orang-orang kafir. Maka orang-orang inilah yang akan merasakan kesengsaraan nantinya. Mereka yang tidak mau menjalankan amal-amal sholeh ini disebut dengan orang-orang fasik. Yakni orang-orang yang tidak mau membuktikan keimanan mereka.

Lalu siapa orang-orang yang membuktikan keimanan itu? Mereka adalah orang-orang yang senantiasa menjalin hubungan dengan Allah dengan cara melaksanakan sholat, puasa, lalu menjalin hubungan dengan manusia dengan cara mengeluarkan zakat, infaq dan shodaqoh. Kemudian mereka taat kepada rasul dan mereka adalah orang-orang yang dicucuri rahmat Allah ﷻ. Mereka inilah sebenarnya yang berkuasa di muka bumi dan kekuasaan mereka ini tak dapat dikalahkan oleh musuh. Dan musuh itu tak akan bisa mengalahkan orang-orang yang beriman. Karena orang-orang yang beriman itu bersama dengan Allah. Tak akan mungkin manusia itu melemahkan atau mengalahkan Allah sang penguasa alam raya ini.

Di dunia ini orang-orang kafir tak akan mampu melemahkan orang-orang yang beriman karena mereka bersama dengan Allah dan di akherat orang-orang kafir akan ditempatkan ke dalam neraka. Dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. Inilah ancaman untuk orang-orang yang tidak beriman kepada Allah ﷻ.

Jadi dari ayat ini kita mendapatkan berita gembira berupa kemenangan kaum mukmin sekaligus mendapatkan peringatan karena ancaman Allah akan diberikan kepada orang-orang yang tidak beriman atau orang-orang fasik yakni neraka yang membakar.

Inilah gambaran surat An Nur ayat 54 hingga 57. Isinya berupa janji bagi orang-orang yang beriman dan ancaman bagi orang-orang yang fasik. Semua isi Al Qur'an itu akan bermanfaat baik bagi orang-orang beriman maupun bagi orang-orang yang kafir. Jadi Al Qur'an itu sesuai untuk siapa saja. Bagi orang yang beriman yang akan mendapatkan janji Allah berupa kemenangan mereka akan bersungguh-sungguh dalam beribadah.

Sedangkan bagi orang-orang kafir juga akan mendapatkan janjinya berupa neraka yang menyala-nyala. Jika mereka tau akhirnya tentunya mereka akan berpikir lagi beribu-ribu kali untuk melanggar larangan Allah ﷻ.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
“dan Allah lebih tahu yang sebenar-benarnya”

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.