Type Here to Get Search Results !

TIDAK LAYAK MENCARI HAKIM SELAIN ALLAH


Oleh: Desi

أَفَغَيْرَ اللَّهِ أَبْتَغِي حَكَمًا وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ إِلَيْكُمُ الْكِتَابَ مُفَصَّلًا ۚ وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْلَمُونَ أَنَّهُ مُنَزَّلٌ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ
Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al-Qur'an) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu.” (QS. Al-An'am: 114).

Dan lagi, terdapat ayat yang memiliki makna serupa. Menyampaikan inti yang sama, yaitu perintah untuk berhukum pada apa-apa yang telah Allah atur. Tidak mencari hakim selain Allah. Dengan kata lain, Allah perintahkan kepada hambanya untuk tunduk dan patuh dengan segala keputusan-Nya.

Tidak boleh merasa keberatan ataupun protes terhadap seluruh aturan Allah yang diturunkan melalui Nabi Muhammad ﷺ. Apalagi meragukan akan kebenaran aturan-Nya.

Bagaimana mungkin seorang Muslim mengaku beriman tetapi ada keraguan dalam hatinya yang mengurangi keyakinan atas kebenaran isi Al-Qur'an. Keimanan itu harus sempurna, seratus persen tanpa ada keraguan sedikitpun.

Dengan kekuasaan-Nya, Allah memberikan jaminan tentang kesucian Al-Qur'an selama-lamanya hingga akhir zaman dari pemalsuan. Itulah sebabnya kemurniannya tetap terjaga meski telah diturunkan sejak ribuan tahun yang lalu. Dan sampai hari ini isinya tetap asli, tidak ada yang berubah satu huruf pun. Allah ﷻ berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
Sesungguhnya, Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an dan Kami pula yang akan menjaganya.” (QS. Al-Hijr: 9).

Tidak akan pernah ada yang mampu mengubahnya karena ketika ada yang berniat buruk terhadap keaslian Al-Qur'an, secara otomatis Allah gagalkan melalui hamba pilihan-Nya.

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا ۚ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Qur'an) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-An'am: 115).

Al-Qur'an telah sempurna. Seluruh permasalahan agama dari yang pokok hingga cabang. Begitu pula dengan semua hal yang dibutuhkan oleh seorang hamba dalam kehidupan dunia dan akhiratnya, maka syari'at Islam hadir untuk menjelaskan semuanya.

Demikian juga dengan As-Sunnah sebagai sumber kedua, penjelas Al-Qur'an. Dengan berpegang teguh pada keduanya, maka umat Islam akan berada di atas kebenaran dengan selamat dari kesesatan.

Sumber kesesatan biasanya muncul atas dorongan hawa nafsu dan perasaan. Sejarah telah membuktikan, bahwa timbulnya kesesatan pada sebagian besar manusia di dunia, adalah karena mengikuti hawa nafsu dan prasangka.

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (QS. Al-An'am: 116).

Tak perlu mengikuti langkah kebanyakan orang, jika itu akan mengantarmu pada lembah kesesatan. Ambillah jalan kebenaran meski kau berada dalam kelompok kecil. Awalnya pasti terasa berat, karena seringkali yang nampak berbeda dari kebiasaan umum masyarakat, akan dikatakan aneh atau justru dituduh sesat.

Sebenarnya mereka bukan kelompok kecil, tetapi kumpulan orang-orang istimewa yang dipilih Allah kuat berpegang teguh pada agama Allah tanpa tergoyahkan dalam meneladani kehidupan Rasulullah ﷺ.

Kehidupan Rasulullah adalah kehidupan dakwah. Yaitu mengemban risalah Islam untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia secara kaffah. Serta berjuang menjegal segala pemikiran kufur dan jahiliah. Berjuang menegakkan kembali hukum-hukum Allah pada tatanan negara.

Sehingga tidak ada lagi pencapur adukan perkara haq dan bathil ataupun perkara halal dan haram. Manusia tidak lagi punya kendali membuat hukum yang menandingi hukum buatan Allah. Sumber hukum Al-Qur'an dan As-Sunnah kembali diterapkan dalam semua lini kehidupan.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
“dan Allah lebih tahu yang sebenar-benarnya”

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.