Type Here to Get Search Results !

PEMBISIK YANG PENUH KEBOHONGAN DAN TIPU DAYA


Oleh: Wina Fatiya

هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَىٰ مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ
تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ
يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ
Artinya: "Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka (setan) turun kepada setiap pendusta yang banyak berdosa. Mereka menyampaikan hasil pendengaran mereka, sedangkan kebanyakan mereka orang-orang pendusta." (QS. Asy-Syu'ara': 221-223)

"Kok bisa tahu ya kalau dia akan sakit."
"Kok bener ya ucapan si mbah, kalau tahun ini akan ada musibah."
"Kok... Kok..." (Yang lainnya)

Pernahkah merasakan atau bersinggungan dengan hal semacam ini? Saat ramalan "orang pinter" terbukti. Atau saat ucapan si mbah diikuti dan dilakoni.

Hal semacam "orang pinter", dukun, cenayang, peramal, tukang jampi, dll dalam Islam termasuk kategori syirik kubro.

Syirik kubro adalah syirik besar yang bisa meruntuhkan keislaman dan keimanan seseorang. Oleh karena itu hal semacan ini jelas dilarang dan menimbulkan dosa besar. Sebagaimana firman Allah ﷻ:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا
Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar." (QS. An-nisa : 48)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiiyah mengatakan, “Arraf adalah nama untuk dukun, peramal perbintangan, dan sejenisnya dari kalangan yang berbicara untuk mengetahui berbagai hal dengan jalan ini.

Suatu ketika, Rasulullah ﷺ ditanya soal dukun peramal nasib. Kata beliau, "Mereka tidak ada gunanya." "Ya Rasulullah, bukankah apa yang mereka katakan terkadang menjadi kenyataan?" tanya beberapa sahabat lebih lanjut.

Rasulullah ﷺ menjawab, "Itu sebetulnya berasal dari kabar berita jin yang sudah bercampur dengan ratusan kebohongan. Setelah itu, ia membisiki para dukun peramal nasib." (HR Bukhari)

Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang mendatangi para dukun peramal nasib, lalu ia membenarkan apa yang mereka katakan, maka ia telah kafir terhadap apa yang turun kepada Muhammad (Al-Qur'an)." (HR Ahmad)

Para peramal nasib memiliki hubungan erat dengan jin. Mereka selalu berusaha memalingkan keyakinan dan akidah keimanan manusia kepada makhluk-makhluk gaib ciptaan Allah ﷻ. Mereka menghembuskan keragu-raguan terhadap diri manusia, yang pada gilirannya menggelincirkan umat manusia ke jalan kesesatan yang nyata.

Benarkah apa yang dikatakan Al-Qur'an bahwa tidak ada satupun manusia yang memiliki kunci pengetahuan yang gaib? Hanya Allah saja lah yang mengetahui dan berkuasa atasnya. Sebagaimana firman Allah ﷻ:

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
Artinya: "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (QS. Al-An'am: 59)

Cukuplah Allah saja yang mengurus perkara gaib dengan kuasa-Nya. Tanpa mengetahui hal gaib sekalipun manusia tetap bisa berkhidmat kepada Allah dengan ibadah yang sudah disyariatkan-Nya.

Orang yang mencari-cari berita, mempercayai bahkan mengikuti arahan dari para pembisik ini adalah orang yang melampaui batas dan sesat. Merekalah yang tertipu dengan tipu daya setan ini.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
“dan Allah lebih tahu yang sebenar-benarnya”

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.