Type Here to Get Search Results !

AL-QUR'AN DI TURUNKAN DAN DI JAGA OLEH ALLAH ﷻ


Oleh: Enny Ummu Almira

Pengertian Al-Qur'an sesuai bahasa adalah bacaan atau yang dibaca. Menurut istilah, pengertian Al-Qur'an adalah kalam Allah ﷻ yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Al-Qur'an diturunkan melalui malaikat Jibril yang dihimpun dalam mushaf yang merupakan mukjizat Nabi Muhammad ﷺ.

Berbicara tentang Al-Qur'an tidak akan pernah ada habisnya, karena Allah lah yang menurunkan dan Allah pula yang menjaganya.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (QS. Al-Hijr 15 Ayat 9)

Ayat di atas menegaskan bahwa Al-Qur'an akan tetap terjaga sampai hari kiamat tiba, dan kesuciannya pun akan tetap terjamin sepanjang masa. Dimulai dari era Nabi Muhammad ﷺ, sahabat, tabi'in hingga generasi-generasi selanjutnya yang Allah ﷻ jamin sebagai penjaga kesucian Al-Qur'an.

Dalam Kitab Tafsi al-Bahr disebutkan bahwa makna dari al-Hifz ada tiga: pertama, Allah menjaganya dari syetan. Kedua, Allah menjaganya dengan cara mengekalkan syariat Islam sampai hari kiamat, hal ini sebagai mana disinggung oleh Imam Hasan al-Bashri dan Ketiga, Allah menjaganya di dalam hati orang-orang yang menginginkan kebaikan dari Al-Qur'an sehingga jika ada satu huruf saja yang berubah dari Al-Qur'an, maka seorang anak kecil akan mengatakan “engkau telah berdusta dan yang benar adalah demikian.

Dalam kitab i'rab Qur'an Al kariim di jelaskan cara Allah ﷻ menjaga Al Qur'an.

Dan dalam kitab Tafsir al-Mawardi disebutkan bahwa ada tiga perkataan tentang maksud dari penjagaan ini pertama, Kami menjaga Al-Qur'an sampai terjadi hari kiamat, ini adalah perkataan dari Ibnu Jarir. Kedua, Kami menjaga Al-Qur'an dari syetan yang ingin menambah kebatilan atau menghilangkan kebenaran, sebagaimana tafsiran dari Qatadah dan yang Ketiga, menjaganya pada hati orang yang mengingnkan kebaikan dan menghilangkannya dari orang yang ingin kejelekan. Dalam tafsir al-Ajibah disebutkan juga bahwa makna al-Hifz bahwa Allah akan menjaga Al-Qur'an dan salah satu caranya adalah melalaui para Qurra’, dan hati para Qurra’ adalah tempat simpanan dari kitabullah.

Dalam kitab I’rabul Quran al-Karim disebutkan demikian:

إن وإسمها, ونحن تأكيد لاسم إن, أو ضمير فصل لا محل له, وجملة نزلنا خبر إن, وإنا عطف, وله متعلقتان بحافظون, واللام المزحلقة, وحافظون خبر إن[1]
Penjagaan Allah ﷻ Terhadap Al-Quran.

Pertama, Allah ﷻ memuji keagungan Al-Qur'an dengan menyebutkan pemeliharaannnya sebelum ia diturunkan dalam beberapa ayat, di antaranya (QS Abasa: 11-16)

Kedua, Allah menjaga terhadap Al-Quran ketika ia diturunkan. Hal ini berdasarkan firman Allah ﷻ (QS al-Jin: 26-27)

Ketiga, Allah menjaga terhadap al-Quran setelah diturunkan, seperti disebutkan dalam firman-Nya (QS al-Hijr: 9). Karena penjagaan ini semua, maka Al-Qur'an tetap dalam keasliannya. Ia tetap kokoh berdiri, kemuliannya tak terkontaminasi oleh segala cela.

Dan dalam kitab Tafsir al-Mawardi disebutkan bahwa ada tiga perkataan tentang maksud dari penjagaan ini 1. Kami menjaga Al-Qur'an sampai terjadi hari kiamat, ini adalah perkataan dari Ibnu Jarir. 2. Kami menjaga Al-Qur'an dari syetan yang ingin menambah kebatilan atau menghilangkan kebenaran, sebagaimana tafsiran dari Qatadah dan yang 3. menjaganya pada hati orang yang mengingnkan kebaikan dan menghilangkannya dari orang yang ingin kejelekan. Dalam tafsir al-Ajibah disebutkan juga bahwa makna al-Hifz bahwa Allah akan menjaga Al-Qur'an dan salah satu caranya adalah melalaui para Qurra’, dan hati para Qurra’ adalah tempat simpanan dari kitabullah.

Bahkan dijelaskan lagi bagaimana prosedur Allah ﷻ dalam menjaga Al Qur'an:

Pertama, Allah telah menyiapkan suatu umat yang kuat dalam ingatan dan hafalannya. Yang demikian itu karena bangsa arab pada masa Jahiliyah terkenal dengan kekuatn hafalannya. Dimana mereka meriwayatkan beribu-ribu bait syair yang tidak dibukukan. Karena sesunnguhnya mereka bertumpu pada hafalan mereka.

Kedua, Allah memudahkan bagi manusia untuk menghafal Al-Qur'an sebagaimana firman Allah:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
Dan sesungguhnya Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran, maka adalah orang yang mau mengambil pelajaran.” (QS al-Qamar: 17)

Ketiga, Allah menyediakan suatu generasi yang memiliki ketajaman hafalan, kefahaman dan amanah. Para Huffadz menghafalnya langsungdari Rasulullah ﷺ sehingga rekatlah hafalan mereka.


Keempat, Allah mengutus malaikat Jibril untuk memuraja’ah hafalan Nabi ﷺ sekali dalam setahun dan ditahun terakhir dari kehidupan beliau. Jibril mengoreksi hafalan beliau dua kali.

Kelima, dan setelah Al-Qur'an dibukukan, para Huffaz mengoreksi lembar perlembar dari mushaf ketika akan dicetak oleh percetakan tertentu. Dengan metode seperi inilah Allah telah menepati janjinya bahwa Al-Qur'an adalah terpelihara.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
“dan Allah lebih tahu yang sebenar-benarnya”

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.