Type Here to Get Search Results !

BERDOALAH ALLAH MAHA DEKAT


Oleh: Muslihah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذَا سَاَ لَـكَ عِبَا دِيْ عَنِّيْ فَاِ نِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّا عِ اِذَا دَعَا نِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 186)

Allah ﷻ Maha dekat, begitu pernah kudengar sebuah lirik lagu. Bisa jadi lagu itu terinspirasi oleh ayat ini. Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Allah ﷻ itu sangat dekat, bahkan lebih dekat dari pada urat leher. Masya Allah.

Begitu dekatnya Allah ﷻ sehingga Dia akan mendengar setiap apa yang kita pinta dan ucapkan. Sampai ada pepatah mengatakan bahwa ucapan itu adalah doa. Apalagi ucapan seorang ibu terhadap anaknya.

"Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku." Demikianlah Allah ﷻ menggambarkan betapa dekatnya Allah. Dalam sebuah hadits Qudsi dijelaskan bahwa Allah ﷻ itu ada dalam persangkaan hamba-Nya. Jika ia menganggap doanya tidak akan terkabul sebab ia banyak dosa, bisa dipastikan doanya tak akan terkabul.

Di dalam hadits qudsi Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan:

(( أنا عندَ ظنِّ عبدي بي ، فليظنَّ بي ما شاء ))
Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Oleh karena itu, berprasangkalah terhadap-Ku sesuka hatinya.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Dalam riwayat lain terdapat tambahan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

(( فلا تظنُّوا بالله إلا خيراً ))
Janganlah kalian berprasangka kepada Allah kecuali dengan prasangka yang baik.” (HR. Ibnu Abi Dunya).

Oleh sebab itu setiap orang yang ingin dikabulkan keinginannya maka berdoalah, tidak ada alasan untuk meninggalkan doa kepada Allah ﷻ. Bahkan orang yang tidak mau meminta (berdoa) disebut sebagai orang yang sombong. Ini artinya Allah ﷻ sangat suka dengan manusia yang suka berdoa kepada-Nya.

Jika Rasulullah ﷺ saja sehari berdoa minta ampun kepada Allah ﷻ sedikitnya seratus kali, padahal jelas-jelas beliau adalah makhluk yang paling dicintai oleh Allah ﷻ. Maka selayaknya kita beristighfar lebih banyak daripada yang dilakukan Rasulullah ﷺ.

Setiap orang yang berdoa tentu berharap dikabulkan. Oleh sebab itu hendaknya mengucapkan dengan lembut dan tawadhu. Diawali dengan ucapan hamdalah dan salawat kepada Baginda Rasulullah ﷺ baru kemudian menyampaikan doa dengan penuh keyakinan, seakan Allah ﷻ ada dihadapannya mendengar setiap doa dan keluh kesahnya.

Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan sebuah doa yang tidak terkandung di dalamnya dosa dan pemutusan silaturahmi, kecuali Allah ﷻ akan memberikannya salah satu dari ketiga hal berikut: Allah ﷻ akan mengabulkannya dengan segera, mengakhirkan untuknya di akhirat atau memalingkannya dari keburukan yang semisalnya.

Para sahabat berkata, “Kalau begitu kami akan memperbanyak doa kami.” Beliau berkata, “Allah lebih banyak lagi.” (HR. Ahmad).

Oleh sebab itu, tidak ada alasan untuk tidak berdoa. Kita diajarkan membaca doa mulai dari bangun tidur, masuk kamar mandi bahkan melepas pakaian dan mengenakan pakaian kembali, semua ada doanya. Ibarat kata, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali setiap aktivitas ada doanya. Doa keluar rumah beda dengan doa masuk rumah. Doa sebelum makan berbeda dengan doa usai makan.

Ayat ini diakhiri dengan, "Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran."

Seakan Allah hanya akan mengabulkan doa orang-orang yang menjalankan perintah Allah ﷻ saja.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
“dan Allah lebih tahu yang sebenar-benarnya”

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.