Type Here to Get Search Results !

TOLERANSI


Oleh: Mutiara Aini

Islam adalah gama yang universal. Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW untuk menyebarkan Islam ke seluruh umat manusia. Islam bersumber dari Alquran dan sunah Rasulullah Saw dengan keterangan para sahabat dan pengikutnya yang setia.

Islam pun merupakan agama yang sempurna dan mencakup segala aspek kehidupan, sehingga tidak diperlukan lagi ide-ide dan inovasi baru untuk mengritik dan menyempurnakannya.

Maka dari itu, ketika ada orang yang memiliki kerangka ajaran yang berbeda, bisa dipastikan itu bukan Islam.

Islam hadir bukan untuk kepentingan suatu bangsa atau suku, melainkan rahmat untuk semua lapisan manusia.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَـقَّ بِا لْبَا طِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَـقَّ وَاَ نْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
"Dan janganlah kamu campur adukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 42)

Orang yang mencampuradukkan budaya dengan Islam mendapatkan dosa yang berlipat ganda. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

« وَمَنْ سَنَّ فِي الإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ »
Dan barang siapa memulai kebiasaan buruk di dalam Islam, dia akan mendapatkan dosanya dan dosa orang yang mengikutinya tanpa dikurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR Muslim no. 1017)

Islam tidak membutuhkan pemikiran dan pendapat manusia, sebab Islam wahyu Allah SWT, Hanya Allah-lah yang paling benar perkataan-Nya, paling adil hukum dan hukuman-Nya. Allah SWT berhak mengadili semua perkataan dan perbuatan hamba-Nya.

Orang yang memiliki ilmu agama yang cukup hendaknya menjadi contoh dan suri teladan yang baik, sehingga bisa menyinari umat ketika mereka dilanda kegelapan. Jangan menjadi yang sebaliknya, seperti ulama Yahudi, yang memiliki kebiasaan buruk mencampuradukkan yang hak dengan yang batil, dengan sebab kepentingan kedudukan dan mengambil harta manusia dengan cara yang haram.

Begitu juga dalam hal budaya harus disesuaikan dengan Islam, bukan Islam yang disesuaikan dengan budaya.

Oleh karena itu, ketika terjadi peristiwa pencapuradukkan keyakinan, sebenarnya itu bukanlah makna toleransi sebenarnya.

Dalam konteks masyarakat dan agama, toleransi (tasamuh) bisa didefinisikan sebagai suatu sikap atau perbuatan yang melarang adanya diskriminasi pada masyarakat tertentu yang memiliki perbedaan atau tidak bisa diterima oleh orang lain pada umumnya.

Karena itu, dalam toleransi beragama, masyarakat mengizinkan keberadaan agama-agama lainnya. Dalam agama Islam ini sendiri, konsep tasamuh mengandung konsep rahmatan lil alamin.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
“dan Allah lebih tahu yang sebenar-benarnya”

Palembang 5 September 2021

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.