Type Here to Get Search Results !

REJEKI DIJAMIN ALLAH, MENGAPA GELISAH?


Oleh: Lilik Yani

"Berna, kapan kamu bisa belajar Islam jika kerja dobel-dobel seperti itu?" tanya Nurul.

"Iya, Rul. Kebutuhan keluargaku lagi banyak-banyaknya. Adik-adikku masih kuliah, aku harus membantu mama papaku. Maafkan aku. Belajar Islam dari kamu saja, aku dengarkan!" jawab Berna santai.

"Rejeki itu sudah dijamin oleh Allah. Jangan terlalu resah dengan banyaknya kebutuhan hingga meninggalkan kewajiban lain untuk belajar ilmunya Allah. Tugas kita berupaya maksimal, selanjutnya Allah yang mencukupkan!" jelas Nurul.

"Terus kalau kebutuhan kuliah adikku satu bulan 5 juta, sedangkan gajiku 3 juta. Sisanya minta siapa? Belum kebutuhan diriku sendiri?" sergah Berna.

"Lakukan saja tugasmu untuk bekerja semaksimal mungkin, tunaikan kewajibanmu menuntut ilmu agama agar berimbang. Selanjutnya biarlah Allah yang mencukupkan dengan rezeki tak disangka-sangka. Bisa lewat adikmu sendiri, atau keluarga liannya," papar Nurul agar Berna bisa mengerti konsep rezeki.

Kemudian Nurul memberikan materi kajian yang pernah diikutinya pada Berna sahabatnya. Meski belum masuk Islam, tapi hati Berna sudah terpaut dengan ajaran Islam. Jadi Nurul tidak segan berbagi informasi Islam pada sahabatnya yang cerdas itu.

Rejeki sudah Dijamin Allah, Mengapa Resah?

Allah ﷻ menjamin bahwa setiap mahluk yang bernyawa akan mendapatkan rezeki. Rezeki dalam konteks luas, tidak semata-mata materi. Rezeki atau nikmat berupa kesehatan, karir, jabatan, hingga memiliki keluarga yang sakinah, istri dan anak-anak yang saleh dan salehah.

Sayangnya, meski sudah mengetahui hal ini, tak jarang kita itu masih merasa gelisah dan khawatir akan rezekinya. Tidak sedikit di antara kita yang berlomba-lomba dalam mencari rezeki, bahkan sampai menghalalkan sesuatu yang diharamkan untuk menggapainya.

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Hud Ayat 6)

Meski ada jaminan bahwa Allah ﷻ mencukupi rezeki tiap mahluk, termasuk rezeki seorang anak yang dilahirkan di dunia ini. Namun, kita tetap tidak boleh berpangku tangan dan mengharapkan rezeki itu diberikan begitu saja oleh Allah ﷻ. Perlu usaha didalamnya agar rezeki itu didapatkan.

Alkisah dahulu Umar bin Khattab pernah menegur pemuda-pemuda yang seharian banyak menghabiskan waktunya di masjid, tanpa melakukan ikhtiar untuk mencari rezeki. Umar marah mendengar pernyataan pemuda tersebut yang mengharapkan ridha Allah ﷻ, tapi enggan untuk mencari rezeki-Nya.

Dari kisah ini sebetulnya terdapat pelajaran bahwa ikhtiar itu diperlukan agar kita memperoleh apa yang telah kita usahakan selama ini. Allah ﷻ memang menjamin rezeki tiap mahluk-Nya, tapi jaminan tersebut juga berdasarkan atas usaha kita.

Hal ini bisa dianalogikan dengan cicak. Cicak tetap berikhtiar untuk mencari rezeki-Nya, meski ia tak dapat berjalan karena tubuhnya hanya menempel di dinding, cicak merayap dari satu sisi ke sisi lain untuk mendapatkan makanan. Allah ﷻ menjamin rezekinya melalui serangga-serangga yang datang mendekat padanya, sehingga ia dapat tetap hidup dan makan dari serangga tersebut.

Analogi yang demikian juga diterangkan dalam hadits, bahwa Allah ﷻ menjamin dan memberi rezeki sesuai dengan kebutuhan mahluk-Nya tersebut. Allah ﷻ maha mengetahui apa yang dibutuhkan mahluk-Nya.

وَلَوْ بَسَطَ اللّٰهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهٖ لَبَغَوْا فِى الْاَرْضِ وَلٰكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَاۤءُ ۗاِنَّهٗ بِعِبَادِهٖ خَبِيْرٌۢ بَصِيْرٌ
Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syuraa Ayat 27)

Adapun dalam hal menjaring rezeki, ada amalan khusus yang dapat kita lakukan untuk mendatangkan rezeki yang tentu saja disertai dengan ikhtiar. Amalan tersebut antara lain dengan rutin menunaikan ibadah sunnah salat duha beserta membaca dan meresapi doanya.

Allah ﷻ Menjamin Rezeki Semua Hamba-Nya sebagaimana diterangkan dalam surat Hud Ayat 6:

وَمَا مِنۡ دَآ بَّةٍ فِى الۡاَرۡضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزۡقُهَا وَ يَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَا‌ؕ كُلٌّ فِىۡ كِتٰبٍ مُّبِيۡنٍ
Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

Maksudnya, tidak satu pun makhluk bergerak dan bernyawa, yang melata, merayap atau berjalan di muka bumi ini melainkan semuanya telah dijamin Allah ﷻ rezekinya. Semua makhluk itu diberi naluri dan kemampuan untuk mencari rezeki sesuai dengan fitrah kejadiannya.

Dia mengetahui tempat kediamanya ketika hidup di dunia dan mengetahui pula tempat penyimpanannya setelah mati. Semua itu sudah tertulis dan diatur serapi-rapinya dalam Kitab yang nyata, yaitu Lauh Mahfuz, perihal perencanaan dan pelaksanaan dari seluruh ciptaan Allah ﷻ secara menyeluruh dan sempurna.

Binatang-binatang yang melata, yang hidup di bumi yang meliputi binatang yang merayap, merangkak, atau pun yang berjalan dengan kedua kakinya, semuanya dijamin rezekinya oleh Allah ﷻ. Binatang-binatang itu diberi naluri dan kemampuan untuk mencari rezekinya sesuai dengan fitrah kejadiannya, semuanya diatur Allah ﷻ dengan hikmat dan kebijaksanaan-Nya sehingga selalu ada keserasian.

Jika tidak diatur demikian, mungkin pada suatu saat ada binatang yang berkembang-biak terlalu cepat, sehingga mengancam kelangsungan hidup binatang-binatang yang lain, atau ada yang mati terlalu banyak, sehingga mengganggu keseimbangan lingkungan. Jika ada sebagian binatang memangsa binatang lainnya, hal itu adalah dalam rangka keseimbangan alam, sehingga kehidupan yang harmonis selalu dapat dipertahankan.

Allah ﷻ mengetahui tempat berdiam binatang-binatang itu dan tempat persembunyiannya, bahkan ketika masih berada dalam perut induknya. Pada kedua tempat itu, Allah ﷻ senantiasa menjamin rezekinya dan semua itu telah tercatat dan diatur serapi-rapinya di Lauh Mahfudh, yang berisi semua perencanaan dan pelaksanaan dari seluruh ciptaan Allah ﷻ secara menyeluruh dan sempurna.

Betul sekali, sebenarnya jika yakin bahwa Allah ﷻ sudah menjamin rezeki kita, maka tak perlu ada galau, resah, banyak perhitungan, khawatir, dan banyak keluhan lainnya. Namun hawa nafsu yang mempengaruhi hingga rasa khawatir dan lainnya muncul.

Nurul berharap Allah ﷻ memberi pemahaman pada Berna, hingga hatinya tercerahkan dan akan mengubah persepsinya tentang konsep rejeki. Dengan demikian, waktu dan tenaganya tidak diforsir untuk bekerja dan bekerja terus, tapi juga untuk beribadah dan mencari ilmu untuk bekal akherat.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
“dan Allah lebih tahu yang sebenar-benarnya”

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.