Type Here to Get Search Results !

JAUHI DOSA BESAR, NISCAYA ALLAH HAPUS DOSA LAINNYA DAN BERI SURGA


Oleh: Noviana Irawaty

Allah Subhanahu Wa Taala berfirman:

اِنْ تَجْتَنِبُوْا كَبٰٓئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَنُدْخِلْـكُمْ مُّدْخَلًا كَرِيْمًا
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (QS. An-Nisa' 4: Ayat 31)


Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

31. Ini merupakan karunia Allah ﷻ dan kebaikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, Allah ﷻ menjanjikan kepada mereka bahwa bila mereka meninggalkan dosa-dosa besar, niscaya Allah akan mengampuni seluruh dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan mereka, dan memasukkan mereka kepada suatu tempat yang mulia lagi banyak kenikmatannya, yaitu surga yang meliputi hal-hal yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas sama sekali di benak manusia.

Dan termasuk dalam perkara meninggalkan dosa-dosa besar adalah menunaikan kewajiban-kewajiban, di mana orang yang meninggalkannya berarti telah melakukan dosa besar, seperti salat lima waktu, salat Jumat dan puasa Ramadan. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

Salat yang lima waktu, Jumat ke Jumat dan Ramadan ke Ramadan adalah penghapus dosa di antara keduanya, selama meninggalkan dosa besar” (HR Muslim).

Dan definisi bagi dosa-dosa besar yang paling baik adalah perkara yang mengakibatkan adanya had (hukuman hudud) di dunia atau adanya ancaman di akhirat atau peniadaan iman atau adanya kata laknat atau kemurkaan atasnya.


Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Makna Kata:

{ﺇﻥ ﺗﺠﺘﻨﺒﻮا} “in tajtanibuu” Jika kalian menjauhi. Menjauhi adalah meninggalkan sesuatu dari sisinya dengan jarak yang jauh, tidak menerima dan tidak mendekatinya.

{كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ} kabaa iru maa tunhauna ‘anhu: kabair (dosa besar) adalah lawan kata dari shoghoir (dosa kecil). Dan dosa besar diketahui dengan adanya had (hukuman) bukan dengan hitungan.

Dosa besar adalah dosa yang diancam pelakunya oleh Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ, dilaknat pelakunya atau disyariatkan had kepada yang melanggarnya. Telah disebutkan di dalam hadis yang sahih penjelasan yang banyak tentang dosa besar. Wajib bagi seorang muslim untuk mengetahuinya agar bisa dijauhi.

{نُكَفِّرْ} nukaffir: Kami menutup dosa dan membungkusnya, tidak kami tuntut dan kami hukum karenanya.

{مُدْخَلاً كَرِيماً} mudkholan kariima: tempat masuk yang mulia, ialah surga yang merupakan kampung orang-orang yang bertakwa.

Makna Ayat:

Allah ﷻ lah Zat Yang Maha Tinggi Keagungannya, Maha Pemberi dan Mulia Kekuasaan-Nya di atas kaum mukminin dari kalangan umat Islam dengan menjanjikannya janji yang benar bahwa barang siapa yang menjauhi dosa-dosa besar, Allah ﷻ akan mengampuninya dari dosa-dosa kecil yang dilakukannya dan memasukkannya ke dalam surga kampung keselamatan serta mengangkatnya ke dalam rida Allah ﷻ.

Allah ﷻ berfirman {إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ} “jika kalian menjauhi dosa-dosa besar yang terlarang” yang dilarang oleh aku (Allah) dan Rosul, {نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ} “niscaya Kami akan mengampuni dosa-dosa kalian” selama bukan dosa besar , {وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلاً كَرِيماً} “dan Kami akan memasukkan kalian kedalam kemuliaan” yang mana itu adalah surga.

Segala puji dan anugerah adalah milik Allah ﷻ. Oleh karenanya ayat ini adalah kabar gambira bagi ummat Islam.

Pelajaran dari Ayat:
  • Wajib menjauhi semua dosa besar dan sabar dalam hal itu sampai maut menjemput.
  • Dosa dibagi menjadi dua jenis, dosa besar dan dosa kecil. Oleh karena itu wajib diketahui untuk menghindari dosa kecil dan besar sebisa mungkin. Barang siapa yang tergelincir, hendaklah dia bertobat. Sejatinya orang yang tobat dari dosa adalah seperti orang yang tidak berdosa.
  • Surga tidak akan dimasuki kecuali oleh orang-orang yang mempunyai jiwa yang suci dengan menjauhi yang dapat mengotori hati, baik itu dosa besar, dosa kecil ataupun perbuatan keji.

Catatan:
Termasuk dosa besar: menyekutukan Allah ﷻ, sengaja meninggalkan salat, murtad, durhaka pada orang tua, membunuh, mencuri, berzina, qadzaf (menuduh wanita muslimah yang menjaga kehormatan melakukan perbuatan zina), memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan jihad, sihir, dst.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
“dan Allah lebih tahu yang sebenar-benarnya”

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.