Type Here to Get Search Results !

HIJRAH MENUJU ISLAM KAFFAH MENUNTUT PENGORBANAN


Oleh: Ramsa

Dalam perjalanan hidup sebagai Muslim tentu tak akan jauh dari yang namanya hijrah. Karena hijrah itu berpindah atau mengalami perubahan, yakni berubah ke arah yang lebih baik.

Tak ada seorang pun yang ingin tetap dalam keterpurukan hidupnya, mestilah punya keinginan berubah terutama bertambah baik, tambah hartanya atau tambah ketaatannya.

Alhamdulillah sebagai Muslim saya pun ingin berubah dan menjadi lebih baik. Berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga dan umat. Di momen tahun baru Islam ini saya dapat kepercayaan menjadi partner Bunda Neni Arini mengisi Kajian Online 24 yang bertajuk Pengorbanan dan Hijrah Menuju Islam kaffah.

Bunda Neni Arini menjelaskan dengan gamblang makna hijrah beserta dalilnya dari Al-Qur'an dan As Sunnah, sedang saya sebagai pemateri kedua mengambil judul kecil yakni "Ilmu dan Pengorbanan".

Setelah materi dari Bunda Neni acara Kajol diisi dengan sekapur sirih dari Bunda Lilik Yani tercinta sang Muasis SSCQ atau sahabat Surga Cinta Qur'an, beliau menyapa hangat peserta dan mendoakan agar senantiasa sehat dalam keberkahan.

Acara berlanjut dengan Kuis dan keseruan pun menyapa kala Bunda Lilik menyampaikan klu terkait ayat yang mesti ditebak surah apa, ayat berapa dan juz berapa? Yang bisa jawab hanya peserta yang ikut menjawab kuis yang sudah dikerjakan beberapa hari sebelumnya.

Lalu giliran saya menjelaskan materi seputar ilmu, pengetahuan dan tsaqofah. Apa beda ketiganya, dan bagaimana sikap kita dalam menuntut ilmu.

Kenapa harus menuntut ilmu? Karena dalam berhijrah dan melakukan aktivitas apapun butuh ilmu. Untuk itu butuh contoh terbaik dalam menuntut ilmu, merekalah para ulama hebat seperti Imam Syafii, Imam Bukhari yang berjuang mengumpulkan hadis Rasulullah hingga berjalan berbulan-bulan.

Atau pengorbanan Imam ilmuwan polimath Al Biruni yang berjalan ke banyak wilayah dengan jarak ratusan kilo meter hingga ribuan kilo meter demi menuntut ilmu. Hingga lahirlah Al Biruni sang Ilmuwan, ahli geografi, astronomi, ilmu hadis dan banyak ilmu lainnya.

Tak kalah pentingnya juga kita mengenal ilmuwan wanita yang hebat salah satunya yakni Nafisa bin Husain guru Imam Syafii dan para iman lainnya. Ada juga Sutayta al Mahamli yang lahir dari keluarga kaya dan sangat rajin belajar, hingga Sutayta pun menjadi ilmuwan sekaligus ulama aritmatika dan sangat jago dalam ilmu waris. Beliau juga menguasai fikih dan ilmu lainnya.

Sungguh dari ulama ini kita bisa mengambil hikmah bahwa mereka tumbuh jadi ulama berkat kegigihan dan pengorbanan waktu, tenaga dan materi yang tidak sedikit. Mengurangi waktu makan dan tidur juga memperbanyak doa dan riyadhoh atau kedekatan dengan Ilahi rabbi.

Saya memilih judul ini sekligus jadi cambuk buat diri sendiri agar bisa lebih semangat berkorban dan mengisi waktu dengan belajar dan sabar menjalani segala tantangan hidup.

Alhamdulillah kajol berjalan lancar dan cukup banyak pertanyaan masuk. Semua bisa terjawab dengan izin Allah.

Jazakillah khairan Bunda Lilik Yani atas kesempatannya, juga jazakillah khairan jaza buat mba Dewi Nasjag yang sudah memandu dengan baik. Buat semua panitia jazakunnallah khairan Jaza. Allah sebaik-baik pembalas.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
“dan Allah lebih tahu yang sebenar-benarnya”
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.