Type Here to Get Search Results !

BEKAL ATAU SESAL?


Oleh: Ramsa Sahara

Hidup itu hanya tentang hari ini. Apa yang sudah kita kerjakan hari ini? Adakah aktivitas kita mendatangkan kebaikan atau perbaikan diri? Sudahkah kita mengetahui apa saja yang boleh dan tidak boleh dikerjakan sebagai muslim?

Sering kali kita berjalan menyusuri kehidupan seperti seseorang yang ingin mendaki gunung tanpa peta, tanpa tali penolong. Yang penting jalan, yang penting enjoy, cukupkah?

Tentu kita butuh sebuah rencana dan ilmu yang baik untuk menjalani hidup ini. Karena setiap detik bagian hidup kita ada catatan dan pastinya ada pertanggungjawaban kelak di hadapan Sang Pemilik diri ini.

Mari siapkan bekal, baik ilmu, amal dan karya terbaik agar tiada sesal di hari pertimbangan amal nanti.

Dalam surat Al-An'am ayat 31 mengingatkan,

قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَآءِ اللَّهِ ۖ حَتّٰىٓ إِذَا جَآءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يٰحَسْرَتَنَا عَلٰى مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلٰى ظُهُورِهِمْ ۚ أَلَا سَآءَ مَا يَزِرُونَ
Artinya :
Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhannya; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: "Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!", Sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
“dan Allah lebih tahu yang sebenar-benarnya”

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.