Type Here to Get Search Results !

AL-QUR'AN RAHMAT, BAGI KAUM YANG MEYAKINI


Oleh: Sri Purwanti

Manusia hidup di dunia dengan segala problematikanya. Ya, sebagai Al Khaliq, Allah tentu sangat mengetahui hal itu. Bahkan tak ada yang lebih tau tentang kejadian suatu apapun di dunia selain Dia.

Allah Sang Pencipta, zat yang maha pengasih dan maha penyayang. Tak dibiarkan-Nya seorang hamba merasa bingung dengan semua persoalan hidup yang ada.

Allah mencipta, Allah pula yang menunjukan jalan yang benar. Agar manusia bisa kembali dengan mulia. Mendapat surga, atas segala perbuatan yang dilakukan semasa hidupnya.

Allah berikan petunjuk, berupa ayat cinta-Nya. Perkataan-Nya. Yang memiliki komposisi paripurna. Sebagai pedoman bagi manusia.
Terkandung di dalamnya dalil-dalil sebagai pemecahan segala problematika.

Sebagai umat Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam, tentu kita tau bahwa kitab kita yang mulia adalah Al-Qur'an.

Al-Qur'an ialah kitab penyempurna, sebagai mukjizat bagi nabi mulia, penutup nabi dan rasul sebelumnya. Ketika dibaca satu huruf saja sepuluh balasan (pahala) kebaikannya. Apalagi isinya, tentu mampu menjadi rahmat bagi semesta.

Namun demikian, rahmat itu tentulah tak bisa langsung kita rasakan tanpa adanya ketaatan di sana.

Karena petunjuk Allah ini. Tak akan bisa dirasa jika hanya menjadi bacaan seremonial semata.

Perlu ada keyakinan yang sempurna. Agar semangat melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan yang termaktub di dalamnya.

Sebagaimana yang telah Allah Subhanahu wa Ta'ala firmankan dalam Qur'an surah Al-Jasiyah ayat 20,

هٰذَا بَصَاۤىِٕرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ
"(Al-Qur'an) ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini."

Di ayat ini jelas disebutkan bahwa Al-Qur'an merupakan rahmat. Tapi khusus bagi kaum yang meyakini. Bagi yang ga meyakini? Ya jelas tidak. Hmm~

Jangan sampai, sebagai seorang muslim. Kita malah menjadi sosok yang asing baginya. Membaca ogah-ogahan. Menghafal banyak alasan. Apalagi memahami dan mengamalkan, jauh sekali dari Qur'an. Bahkan kalah dari pemeluk agama lain yang tak jarang justru mempelajarinya, karena percaya akan kebenarannya. Naudzubillahi min dzalik.

Lalu bagaimana mungkin kita bisa mencapai derajat kemuliaan, sedang kita masih meragukan Al-Qur'an? Tak akan bisa juga rahmatan lil'alamin itu kita wujudkan.

Maka dari itu, yuk sama-sama kita semangat mengupayakan untuk terus dekat dengan Al-Qur'an. Hingga menjadikannya sebagai pegangan hidup menuju keselamatan.

Dariku, yang sedang berproses untuk lebih mencintai Al-Qur'an. Semoga Allah memudahkan dan mengistikamahkan kita ya kawan. Aamiiin.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
“dan Allah lebih tahu yang sebenar-benarnya”

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.