Type Here to Get Search Results !

INSAN YANG BANGKIT


Oleh: Atik Setyawati

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS. Ar-Ra’d Ayat 11)

Bangkit adalah sebuah kondisi berubah dari suatu keadaan menjadi lebih baik lagi. Dari suatu keadaan yang buruk menjadi baik atau keadaan baik menjadi lebih baik lagi. Keinginan bangkit berasal dari dalam diri manusia itu sendiri. Ada upaya yang dilakukan untuk bangkit. Usaha yang serius dan terus menerus dalam rangka mengubah keadaan.

Tak mudah untuk bangkit. Selalu ada halangan, rintangan, dan hambatan. Harus diingat juga, pastilah di sana ada dukungan, motivasi. Konsentrasikan diri pada motivasi untuk bangkit, memperbaiki keadaan, bukan konsentrasi pada halangan. Mempelajari halangan, hambatan, dan ancaman untuk dicari solusi pemecahannya. Tujuannya, agar kebangkitan tetap terjadi dan keadaan berubah menjadi lebih baik.

Sebagai contoh, seorang pendosa akan bangkit ketika menyadari kesalahannya, berusaha sekuat tenaga untuk meninggalkan aktivitas dosanya, tidak akan mengulanginya lagi. Satu kondisi si pendosa berhasil meninggalkan aktivitas dosanya, ini adalah kebangkitan. Berikutnya, ia berusaha untuk melaksanakan perbuatan yang bernilai pahala. Satu titik pencapaian dilalui berpindah tempat pada satu titik lagi yang lebih baik. Ini adalah prestasi dalam hidup si pendosa. Ia berubah menjadi insan yang rajin beribadah dan lupa akan aktivitas dosanya.

Contoh yang lain, bagi insan yang sering berbuat kebaikan dan menyeru kebenaran, bagaimana kebangkitannya? Ia dapat istikamah menjalani amal ibadahnya kemudian dapat memperbaiki dan menambah kuantitas dan kualitas amalnya. Ini adalah kebangkitan. Berubah dari satu kondisi yang baik kepada kondisi yang lebih baik lagi. Tetap bersemangat dalam melakukan kebaikan. Tidak berhenti pada dirinya sendiri tetapi mengajak sesamanya untuk bangkit bersamanya. Membimbing sesama yang berusaha bangkit. Bersama-sama menjalani ketaatan.

Insan yang bangkit selalu menyadari adanya pengawasan dari Sang Pencipta terhadap dirinya. Ada malaikat yang tak pernah alpa menjalankan tugasnya secara bergiliran, baik dari depan maupun dari belakang. Malaikat senantiasa menjaga perintah Allah ﷻ.

Insan yang bangkit pastinya menyadari bahwa keadaannya akan berubah ketika ia mengusahakan perubahan itu. Ia menyadari pula bahwa jika Allah ﷻ menghendaki suatu keburukan pada suatu kaum, maka tidak ada yang dapat mencegahnya. Maka dari itu, insan yang bangkit akan senantiasa memohon pertolongan dan petunjuk dari Allah ﷻ. Ia akan selalu memohon ampunan dan perlindungan Allah ﷻ. Dengan ampunan dan perlindungan Allah ﷻ, ia akan mantap menjalani kehidupannya, menapaki jalan kebangkitan dirinya. Lebih dari itu, ia akan menapaki jalan kebangkitan umat bersama sesamanya. Menginginkan hadirnya satu kondisi yang lebih baik lagi, baik kondisi secara individu maupun masyarakat. Taat kepada setiap perintah Allah ﷻ dan menjauhi larangan yang tidak berhenti pada individu semata. Ia akan terus bergerak dan maju agar setiap perintah Allah ﷻ dapat diterapkan dan dilaksanakan pada skala kemasyarakatan. Tidak rida akan kemaksiatan yang terjadi di tengah kehidupan bermasyarakat.

Inilah kebangkitan. Jalan kebangkitan yang penuh dengan segala hambatan, onak dan duri. Bukan jalan yang indah apalagi bertabur bunga dan permadani indah. Tidak ada yang tak suka dengan orang baik, tapi amat sedikitlah orang yang menyukai penyeru kebaikan. Tetap berada pada jalan kebaikan, adalah sebaik-baiknya jalan. Jalan yang lurus hingga sampai pada Maghfirah-Nya dan keselamatan. Insyaallah~

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
“dan Allah lebih tahu yang sebenar-benarnya”

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.