Popular Post

Posted by : Dibalik Islam 23 Mei 2016




“Qimah itu apa sih Ustadz? Dari tadi kok bilang qimah terus?”


Ustadz: Kenapa cemberut?


Santri: Tadi di jalan depan pondok, ada mobil mogok. Saya dan santri-santri lainnya bantu dorong...


Ustadz: Kenapa tadi bantu dorong?


Santri: Mau nolong...


Ustadz: Nolong supaya apa?


Santri: Mobilnya bisa jalan lagi...


Ustadz: Mobilnya jalan?


Santri: Jalan...


Ustadz: Berarti qimah (nilai yang hendak dicapai) sudah didapat dong, kok cemberut?


Santri: Habis... bukannya kasih uang lelah atau sekedar berucap terima kasih, mobil jalan begitu saja kami kena asapnya...


Ustadz: (wajah Ustadz langsung berubah sedih) Inna lillahi wa inna ilahi rajiuuun... musibah ini...


Cemberut di wajah Santri seketika berubah jadi ceria merasa diri ada yang membela. Namun berubah menjadi bingung ketika mendengar Ustadz kembali berbicara...


Ustadz : Sudah capek beramal tapi beresiko tidak dapat pahala gara-gara salah pasang qimah...


Santri : Qimah itu apa sih Ustadz? Dari tadi kok bilang qimah terus?


Ustadz : Agar perbuatan kita menjadi amal shalih, selain niat karena Allah dan tata cara perbuatannya tidak melanggar hukum Islam ada satu lagi yang kudu diperhatikan yaitu qimah...


Qimah itu nilai yang ingin dicapai dalam melakukan suatu amal. Ada empat macam qimah yang harus dipasang pada tempatnya masing-masing. Yakni qimah ruhiyah (nilai ruhiah); qimah insaniyah (nilai kemanusiaan); qimah khuluqiyah (nilai akhlak); dan qimah madiah (nilai materi).


Ustadz contohkan seperti yang Santri lakukan tadi ya... Bila ada yang kesusahan ya kita tolong, dikatakan nilainya tercapai bila orang yang ditolong tertolong itu yang disebut qimah insaniyah.


Kalau ingin dapat uang lelah... berarti qimahnya qimah madiah. Maka sebelum dorong mobil, Santri harus berakad dulu dengan pengguna mobil, berapa upah yang ingin didapat bila Santri dorong mobil, kalau sudah ada kata sepakat, ridha sama ridha baru dorong...


Atau bila ingin disebut baik atau ucapan terima kasih berarti qimah yang ingin dicapai adalah qimah khuluqiyah.


‘Amal akan menjadi rusak bila salah pasang qimah atau memasang lebih dari satu qimah dalam satu perbuatan.


Santri : Selain beresiko tidak mendapat pahala, ternyata bikin sakit hati juga ya... Tapi adakah salah pasang qimah berakibat dosa?


Ustadz : Ada. Yaitu ketika menjalankan ibadah mahdah, qimah yang wajib dipasang adalah qimah ruhiah saja. Targetnya merasa semakin dekat dengan Allah SWT bila melaksanakannya. Bila dicampur dengan qimah lain atau malah pasang qimah lain, amalnya rusak dan berdosa.


Santri : Contohnya Ustadz?


Ustadz : Bila shalat berjamaah di masjid ingin mendapatkan pujian orang (qimah khuluqiyah), atau bila khutbah Jum’at ingin mendapatkan uang (qimah madiah).[]


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Dibalik Islam - Islamic - Powered by DiazWeb