Posted by : Dibalik Islam 17 Jun 2015



شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”(TQS al-Baqarah [2]: 185)

          Segala puji hanya bagi Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah saw, keluarga, para sahabat, siapa saja yang loyal kepada Beliau dan siapa saja yang mengikuti beliau sehingga ia menapaki jejak langkah beliau dan menjadikan akidah islamiyah sebagai asas untuk pemikirannya dan menjadikan hukum-hukum syara’ sebagai standar untuk perbuatan-perbuatannya dan sebagai sumber untuk hukum-hukumnya. Amma ba’du.

Imam al-Bukhari telah mengeluarka di dalam Shahih-nya dari jalur Muhammad bin Ziyad, ia berkata: aku mendengar Abu Hurairah ra berkata: “Nabi saw bersabda” atau Abu Hurairah berkata: “Abu al-Qasim saw bersabda”:

«صوموا لِرُؤيتِهِ وأَفْطِرُوا لرؤيتِهِ فإنْ غُـبِّيَ عليكم فأَكْمِلُوا عِدَّةَ شعبانَ ثلاثين».
“Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah kalian karena melihat hilal, dan jika kalian tertutup mendung maka genapkanlah hitungan bulan Sya’ban tiga puluh hari.”

          Dan setelah melakukan monitoring hilal Ramadhan yang penuh berkah pada malam Rabu, maka tidak terbukti telihat hilal secara syar’iy. Atas dasar itu maka hari Rabu, adalah penggenapan untuk Sya’ban, insya’a Allah, dan besok, Kamis, adalah hari pertama bulan Ramadhan yang penuh berkah.


          Oleh karena itu kami segenap dari dibalikislam.com meminta maaf lahir dan batin atas dosa ataupun kesalahan yang kami lakukan baik secara sengaja ataupun tidak dan tidak kenal lelah kami selalu menghimbau  kepada para pembaca agar untuk kemballi kedalam Islam secara keseluruhan dan mengkajinya serta menerapkannya dalam kehidupan individu, masyarakat, hingga negara selain itu juga kami berterimakasih atas kritik dan saran yang insya Allah telah banyak membantu kami memperbaiki diri agar lebih baik kedepannya, sekian dari kami Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Dibalik Islam - Islamic - Powered by DiazWeb