Posted by : Dibalik Islam 15 Mei 2015



          Dalam kehidupan ini secara sadar ataupun tidak sadar kita telah sering menyakiti hati orang tua. bahkan kadang yang menurut kita hal yang sepele namun itu menyakiti hati orang tua kita, ingatkah kita dengan hadis nabi bahwa keridhoan Allah adalah keridhoan orang tua ? ingatkah kita bahwa surga ada di telapak kaki ibu? dan membenci ayahnya dan bahkan tidak mengakui maka tempatnya adalah neraka. dalam sebuah hadis :

Dari Abu Hurairah ra berkata bahwa "Nabi saw bersabda :
Janganlah kamu benci kepada orang-orang tuamu(janganlah kamu membangsakan diri kepada yang bukan bapakmu), karena barang siapa yang membenci ayahnya maka dia itu kafir" (Albukhary 85:29 ; Muslim 1:28; Al lu'lu-u wal Marjan 1:14)

Dari Bu Dzar ra. berkata "Aku mendengar Nabi saw bersabda:
Tidak ada seorang laki-laki yang membengsakan dirinya kepada yang bukan ayahnya, padahal ia mengetahuinya, melainkan kafirlah dia. Dan barang siapa yang membangsakan dirinya kepada suatu kaum padahal tidak ada hubungan darah dengan kaum itu maka hendaklah ia mengambil tinggalnya tinggalnya di Neraka" (Al Bukhary 61:5, Muslim 1:28, Al Lu'lu-u wal Marjan 1:4) yang dimaksud dengan kafir (kufur) itu adalah kufur nikmat, yakni mengingkari hak Allah dan ayah (Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy, Mutiara Hadits jil.1 hal 147-148).

Karenanya penting bagi kita untuk mengetahui tanda kita telah durhaka kepada orang tua, agar kita waspada selalu dan terhindar dari kedurhakaan.

menurut Muhammad bin Ibrahim al-Hamd dalam sebuah karyanya yang berjudul '"uquq al-walidain, asbabuhu, mazahahiruhu, subulul ilaj", ada 30 gejala-gejala dan bentuk-bentuk durhaka kepada orang tua ;

1.  Membuat kedua orang tua menangis dan bersedih, baik melalui perkataan, perbuatan, atau apa saja yang dapat menyebabkan hal itu.
2.  Menghardik, memebentak, serta meninggikan suara.
3.  Mengucapkan kata “ah” dan merasa bosan dengan perintah keduanya.
4.  Cemberut dan mengerenyitkan kening di hadpan keduanya.
5.  Memandang ke arah keduanya dengan pandangan beringas, menghina, membuyarkan impian melekatkan label bodoh, tolol dan dungu terhadap keduanya.
6.  Memrintah keduanya.
Seperti orang memerintah ibunya untuk menyapu rumah, mencuci pakaian atau menyajikan makanan. Ini semua perbuatan yang tidak pantas untuknya. Akan tetapi bila sang ibu melakukan hal itu atas dasar inisiatif sendiri dan kehendaknya maka tidak apa-apa, akan tetapi , kita harus berterimakasih kepadanya atas hal itu, atau kita ikut membantunya lebih baik.
7.  Mengomeli makanan yang disajikan oleh ibu.
Tindakan seperti ini mengandung dua larangan. Pertama, mencela makanan dan ini tidak boleh sebab Rasulullah saw tidak pernah sekalipun mencea makanan. Kedua, kurang sopan terhadap ibu dan membuat hatinya gundah.
8.  Tidak membantu keduanya dalam mengurusi rumah.
9.  Membuang muka bila keduanya berbicara dengannya, tidak mendengarkan atau cepat-cepat memotong perkataan mereka, mendustakan, membantah serta mempertajam perdebatan dan perselisihan terhadap keduanya.
10.  Jarang meminta izin dan meminta masukan pemikiran keduanya atau bahkan tidak sama sekali.
Sebagian orang tidak pernah meminta pendapatnya atau meminta izin dari keduanya dalam urusan yang mereka lakukan, baik dalam urusan pernikahan, talak, keluar rumah buat menginap atau pergi bersama teman-teman ke suatu tempat.
11.  Tidak meminta izin kepada keduanya saat masuk menjumpai mereka.
12.  Membawa-bawa berbagai problem di hadapapan kedua orang tua, baik yang terjadi dengan saudara-saudara, isteri ataupun anak-anaknya.
13.  Mencela kedua orang tua di hadapan orang banyak dan menyebutkan kejelekkan dan aibnya.
14.  Mencaci maki serta melaknat keduanya.
15.  Membawa kemungkaran ke dalam rumah.
16.  Melakukan perbuatan munkar di hadapan keduanya.
17.  Mencoreng citra baik keduanya.
18.  Melibatkan kedua orang tua dalam kesulitan.
19.  Berlama-lama di luar rumah yang menyebabkan hati orang tua cemas.
20.  Memberatkan beban keduanya dengan banyaknya tuntutan.
21.  Lebih tunduk kepada isterinya ketimbang kedua orang tuanya.
22.  Tidak mempedulkan keduanya disaat mereka membutuhkannya atau disaat keduanya sudah tua.
23.  Tidak mengakui keduanya, malu menyebut nama serta menisbatkan keduanya.
24.  Menyakiti keduanya dengan melakukan pemukulan.
25.  Menitipkan keduanya ke panti jompo dan rehabilitasi.
26.  Tidak menegur dan berbuat baik apalagi menasehati bilamana mereka mereka berdua melakukan kemaksiatan.
27.  Bercita-cita atau menginginkan agar keduanya atau salah satunya meninggal dunia.
28.  Membunuh dan menghabisi keduanya.
29.  Bakhil dan pelit terhadap keduanya.
30.  Selalu menyebut-nyebut kebaikan dan menghitung-hitung pemberiannya kepada keduanya.

Demikianlah pada materi kali ini dan kita wajib mendoakan keduanya, sering-seringlah meminta maaf kepada keduanya.

Semoga Allah swt senantiasa melindungi kita semua dari gejala-gejala yang telah disebutkan Amiiiin Ya Rabbal ‘Alalmiiin.







Sumber: ilmudunia-akherat

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Dibalik Islam - Islamic - Powered by DiazWeb